Tampilkan postingan dengan label Gerakan Tanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gerakan Tanah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Maret 2017

Bagaimana Proses Terjadinya Gempa Bumi ?

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.
Kebanyakan gempa bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan.

Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.



Gempa bumi tektonik ; Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.

Kebanyakan gempa Bumi disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang disebabkan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan di mana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa Bumi akan terjadi.

Gempa Bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan-lempengan tersebut. Gempa Bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa Bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.

Beberapa gempa Bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa Bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa Bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam Bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas Bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa Bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan 

Read More

Minggu, 12 April 2015

Tipe- tipe Longsor

Longsor secara umumdibagi atas tiga tipe utama (Hamblin dan Christiansen,1995), yaitu creep, debris flow dan landslide. Creep sangat lambat. Pergerakannyameliputi penyesuaian kembali partikel regolith secara individual. Debris flow adalah fenomena aliran dengan bidang gelincir tidak pasti sepanjang terjadinya pelongsoran. Landslide meliputi pergerakan massa batuan atau regolith sepanjang bidang yang pasti. Monroe dan Wicander (1997) membuat klasifikasi longsor dan kararteristiknya (lihat tabel 1). Longsor dapat terjadi dalam satu jenis longsor, tetapi kadangkala terjadi longsor dengan kombinasi tipe yang berbeda. Lebih lanjut dijelaskan bahwa klasifikasi longsor secara umum didasarkan oleh tiga kriteria utama (lihat tabel 1) yaitu (1) kecepatan pergerakan, (2) tipe pergerakan (terutama falling, sliding, atau flowing) dan (3) tipe material seperti batuan, tanah atau guguran batuan (debris).

Tabel 1. Klasifikasi longsor dan karakteristiknya (Monroe dan Wicander, 1997).
Pergerakan massa cepat (rapid massmovement) meliputi pergerakan material yang nampak. Pergerakan demikian biasanya terjadi dengan mendadak dan material bergerak menuruni bukit dengan cepat. Pergerakan demikian sangat berpotensi membahayakan dan seringkali menimbulkan korban jiwa dan kerusakan kepemilikan seperti perumahan. Pergerakan massa lambat (slow mass movement) menunjukkan bahwa kecepatannya tidak terasa (imperceptible rate) sehingga hanya terasa bila ada akibat yang telah ditimbulkannya seperti miringnya pepohonan dan tiang listrik atau retaknya fondasi bangunan. Pergerakan ini memiliki kemampuan membawa material dengan volume sangat besar yang telah lapuk menuruni lereng.
Longsor secara umumdibagi atas tiga tipe utama (Hamblin dan Christiansen,1995), yaitu creep, debris flow dan landslide. Creep sangat lambat. Pergerakannyameliputi penyesuaian kembali partikel regolith secara individual. Debris flow adalah fenomena aliran dengan bidang gelincir tidak pasti sepanjang terjadinya pelongsoran. Landslide meliputi pergerakan massa batuan atau regolith sepanjang bidang yang pasti. Monroe dan Wicander (1997) membuat klasifikasi longsor dan kararteristiknya (lihat tabel 1). Longsor dapat terjadi dalam satu jenis longsor, tetapi kadangkala terjadi longsor dengan kombinasi tipe yang berbeda. Lebih lanjut dijelaskan bahwa klasifikasi longsor secara umum didasarkan oleh tiga kriteria utama (lihat tabel 1) yaitu (1) kecepatan pergerakan, (2) tipe pergerakan (terutama falling, sliding, atau flowing) dan (3) tipe material seperti batuan, tanah atau guguran batuan (debris).
Tabel 1. Klasifikasi longsor dan karakteristiknya (Monroe dan Wicander, 1997).
Pergerakan massa cepat (rapid massmovement) meliputi pergerakan material yang nampak. Pergerakan demikian biasanya terjadi dengan mendadak dan material bergerak menuruni bukit dengan cepat. Pergerakan demikian sangat berpotensi membahayakan dan seringkali menimbulkan korban jiwa dan kerusakan kepemilikan seperti perumahan. Pergerakan massa lambat (slow mass movement) menunjukkan bahwa kecepatannya tidak terasa (imperceptible rate) sehingga hanya terasa bila ada akibat yang telah ditimbulkannya seperti miringnya pepohonan dan tiang listrik atau retaknya fondasi bangunan. Pergerakan ini memiliki kemampuan membawa material dengan volume sangat besar yang telah lapuk menuruni lereng.
jenis-jenis longsoran ini :

Jenis-jenis longsoran
Longsoran memiliki bebrapa jenis yg dibedakan berdasarkan material yang bergerak. Kalau materialnya halus disebut “mud” (lumpur), kalau berupa butiran disebut debris, kalau bongkahan besar disebut rock.
Berdasarkan bidang dan kecepatan pergerekannya dibedakan menjadi “fall” (jatuh), “flow” (mengalir) dan “creep” (merayap).
Bila material yang bergerak dalam jumlah besar disebut sebagai “avalance“.
https://rovicky.wordpress.com/2010/09/29/melihat-jenis-jenis-longsoran-dengan-video/#more-4953
Read More